Periksa status keanggotaan perpustakaan dengan ID atau nama Anda.
Text
Penutur tradisi lisan kayaan mendalam: mereka yang berjuang melintasi zaman
Buku ini memuat tentang tradisi lisan yang akan terus menerus menjadi tradisi yang hidup jika masih ada yang melantunkannya. Ada enam tokoh pelantun dan pejuang tradisi yang diangkat dalam buku ini, mereka memiliki peran masing-masing dalam menjaga agar tradisi ini terus nenerus dapat hidup dan menghidupi masyarakat Kayaan Mendalam. Buku ini memuat kisah hidup, pemikiran, perjuangan hidup, dan kontribusi mereka dalam menjega dan meweriskan tradisi ini kepada generasi muda patut diapresiasikan karena penuh dengan inspirasi. Tulisan ini mengahadirkan bagaimana kehidupan penutur tradisi dalam menjaga tradisi leluhur. Penulis membahasnya dalam lima bab bahasan. Bab 1 Pendahuluan. Bab 2 Masyarakat kayaan mendalam di kecamatan Putussibau Utara yang meliputi: Letak lokasi dan kondisi fisik wilayah, Kondisi demografi dan fasilitas umum, Identitas yang mempersatukan. Bab 3 Mengenal tradisi lisan kayaan mendalam takna, lawe, dayung, dan talimaa meliputi bahasan tentang: Takna’Lawe, Dayung, Talimaa’. Bab 4 Penutur tradisi lisan kayaan mendalam yang meliputi bahasan tentang: Alel Sano: sang guru dari mendalam, Ignatius Sebastian paran dan lambertus hibo dua generasi pelestari Takna Lawe, Faustina Hasung: sosok guru yang tak henti berbagi, martha haran: bertekun mengasah talenta bergiat mempromosikan budaya, Fronika Buaa’: Tegas menegaakkan adat. Bab 5 Penutup. Buku ini juga dilengkapi oleh peta kecamatan Putussibau Utara, Jembatan gantung di desa Datah Dian, Tambang yang menghubungkan dusun idaa beraan dengan long miting, rumah adat Umma suling di desa datah dian dan rumah adat idaa beraan di desa tanjung karang. Dibuat oleh Susialia Fitriani.
No other version available