Periksa status keanggotaan perpustakaan dengan ID atau nama Anda.
Text
Antologi puisi bulan tabot Bengkulu
Buku ini menjelaskan tentang pelestarian seni budaya tradisional tabot yang sangat terkenal di kota Bengkulu. Buku ini berkisah tentang puisi-puisi tabot yang terkenal di kota Bengkulu yang berlangsung setiap tanggal 1 s.d 10 muharam setiap tahun. Buku puisi ini terdapat 16 nama penulis puisi. Tulisan 1 penulis Ardesi Yulianita dengan judul: Orang-orang sipai, aku tabut, kisah perempuan tua dan arak-arakan kematian. Puisi 1 dengan penulis Asri Dyarti dengan judul: Rumah kertas, sosis goreng, bulan tabot, sendal pendekar, tabot siang. Puisi 3 dengan penulis Devi Maliza dengan judul puisi: Tabot Bengkulu, muharam dalam kisah, sepuluh hari muharam, Bengkulu. Puisi 4 dengan penulis Diti Noprianti dengan judul: Hari pembuangan tabot, tabot bersanding. Puisi 5 nama penulis Eni meiniar dengan judul: Tabut dalam kenangan, tabut di bumi Bengkulu, berkabung, tabut di mata bunda, celengan tabut. Puisi 6 nama penulis Herman Suryadi dengan judul: Tabot, tabot bergema, jelang tabot terbuang, tabut dating tabut dibuang, tabut mengundang rezeki dating. Puisi ke 7 nama penulis Hindun Yuliana dengan judul: Aku tabot, kami sang sipai, tabot terbuang, menjara. Puisi 8 nama penulis Leni Susanti dengan judul: Tabot, ritual tabot, mengambik tanah, tabot bersanding di Gerga, visit dan wonderful. Puisi 9 nama penulis Maya Pransiska dengan judul: Tabot atau tabut, festival tabot Bengkulu, tabot dating, dol Bengkulu, dol ditalu berkali-kali, festival tabot Bengkulu. Puisi 10 nama penulis Misjuita dengan judul: Tabut terbuang, tabut besanding, malam menjara, arak gedang. Puisi 11 Ria Apriani judul: tabut, muharam di Bengkulu, keramat tabut, tabut bersanding. Puisi 12 Rosmawati: setangkai bunga tanda cinta, muharam sang guru, malam tabot beruji. Puisi 13 RR sri wulandari: kala tabut sedang bersanding, tabut terbuang, tabut. Puisi 14 Yovi Guantara tanjong. Puisi 15 Yulianti: Bengkulu dan tabut, jump akita di arak penja, senja merah di tapak paderi, kunanti kau di pesta tabut, tabut kenduri dan sesaji, gempita malam tabut bersanding. Puisi 16 Yuli: Tradisi tabot jadi bersanding. Dibuat oleh Susialia Fitriani
No other version available